helm

June 29, 2008

taon lalu aku kehilangan helm. dua sekaligus. waktu itu kita baru jalan-jalan di Bringharjo. salah parkir memang. kebetulan pengunjung membludak. area parkir full. tak sadar aku taroh motor sembarangan.

pacarku menangis. menyumpah serapah si pencuri. mengutuknya menjadi batu. aku pun sejenak kehilangan akal. sampe akhirnya.. aku nyalakan motor. dan kami pun melintasi jalan yang cukup rame. tanpa helm. depan dan belakang. sempat aku lirik seorang polisi yang keheranan. tapi dia sepertinya sibuk dengan keramaian jalan.

kami pun selamat. dan beli helm di samping gereja Kotabaru. dua sekaligus.

*

sebulan yang lalu. di Sardjito. bukan aku yang kehilangan helm. tapi salah seorang pengunjung. namun justru aku yang tersiksa. harus membawa serta helm ketika masuk rumah sakit. begitu setiap hari. selama kurang lebih satu minggu. tujuh hari. setidaknya aku dua kali nengok bapak. nenteng helm standar yang beratz itu. diliatin orang-orang. diketawain suster-suster. :) )

dua hari terakhir. aku tukar helm. bawa helm jelek. dan dengan tiada keberatan aku tinggalkan di tempat parkir. he.. he.. amaann ternyata. rupanya, sang pencoleng tak berkenan mengambilnya.

meanwhile.. di kantor. temenku pake helm-ku ke bengkel. aku tak sadar. tapi ada yang aneh ketika aku pake pulang. begitu nyampe aku periksa. astaga naga.. helmnya bolong !! helm-ku tertukar.. sim salabim jadi helm juelekz !!

**

“semoga jadi batu dech kalian para pencoleng, pencuri, dan penukar helm !!”

Leave a Reply