Makassar

December 23, 2008

hampir satu minggu. tapi selalu hujan. setiap hari. dingin. selalu. setiap waktu. terkadang angin menghembus. kencang. gemeretak di daun jendela. membangunkanku dari mimpi yang sendu.

dulu. ia pernah menjanjikan. kita pernah ingin. bersatu di tempat ini. bersama di sini. menikmati keindahan demi keindahan. makan ikan. bakar ikan. sepuas-puasnya. sampai habis semua jenis ikan.

aku memang selalu makan ikan. setiap malam. setiap hari. selalu mencoba jenis yang baru. namun semua hambar. hanya dingin. cuman dingin. tanpa mu. dingin. makin hampa. ketika saat yang seharusnya indah itu ada. makin dingin. aku makin tanpa mu.

3 Responses to “Makassar”

  1. Tha said

    sini bawa Tha makan ikannya
    kita kasi kecap banyak2, bakar pedes2 biar ngga hambar lagi :D

  2. imey said

    nah lo… diajakin si eta tuh… sono gih.. mah eta… makan yg banyak yah??? biar gk dingin lageh…
    tetap cemangad yak??? :D

  3. ® said

    b-3 juga bolehh.. :) )

Leave a Reply