cempluk

October 9, 2008

liburan ini aku di ibuk. beberapa hari. setiap hari aku selalu dikunjungi. setiap pagi. seorang perempuan. ia berdiri di muka rumah. tersenyum ramah. terus berdiri. sampe ibuk memberikan sesuatu. tas plastik. makanan hari ini. senyumnya melebar.

rumahnya di ujung jalan. pinggir desa. sebuah rumah. rumah kecil. rumah tua. hidup sendiri. seorang diri. sebatang kara. tanpa teman. tanpa sodara. sodari. maupun handai tolan.

dia tak waras. katanya. gosipnya, kehilangan cinta. ohh.. tjinta !! setega itu-kah cinta melukai. sekejam itu-kah cinta. di depan rumah-ku. setiap hari. esok pagi dia pasti datang lagi. mengingatkan. mungkin untuk itu-lah dirinya ada. mengingatkan aku. setiap orang di desa-ku. bahwa cinta itu kejam. menyakitkan. tak kenal ampun. maka, berhati-hati-lah !!

tua-tua keladi

September 9, 2008

wiken ini aku ke ibuk. terlibat dalam per-gosip-an ibuk-ibuk. gosip di-awali dengan cerita hangat pernikahan tetangga depan rumah. usia-nya sekitar 65. belum setaon kehilangan sang istri. istri baru-nya sekitar 40-an.

cerita pun berlanjut. salah seorang ibuk bahkan cerita kalo barusan menikahkan (kembali) bapak-nya. yang sudah tua renta. sudah hampir kepala tujuh. dapet-nya pun nenek-nenek, 60-an. tapiii.. sungguh menakjubkan !! mereka sangat sangat romantiz. (nurut cerita si ibuk ini) kemana-mana ber-dua-dua-an. bergandengan tangan. berpelukan. pas di-anter ke bank (untuk ambil pensiun), sang kakek membimbing mesra sang nenek masuk. dan antri ber-dua-an.

laen lagi cerita seorang perjaka 40 taon. berpenyakit jantung. mungkin pernah stroke. yang jelas tremor, tangan dan kaki-nya bergetar kencang kalo mengerjakan sesuatu. tapiii.. semenjak di-nikah-kan, hilang sudah segala penyakitnya. segar bugar. kalo bekerja, kaki dan tangan-nya mantap. tak bergetar. puji Tuhan.

“pak s***t**g pasti kawin lagi juga nanti”, celetuk seorang ibuk.

bapak yang digosipin ini adalah mantan ketua rw. anak-nya sak-bajek kere (buanyak buangetz – red).

ibuk yang laen menimpali, “.. denger-denger dah nembung (nglamar – red) **i*a*..”

janda beranak satu.

apa yang mereka cari ya.. cinta ? sex ? kedamaian ?

senyum

July 18, 2008

“manusia lebih suka berjalan di jalan gelap.. agar perbuatannya yang buruk tidak keliatan.. hanya segelintir yang berani berjalan di jalan terang.. dimana kebaikan semakin tampak putih bersinar..”

begitu kira-kira petikan khotbah ibu pendeta yang (kebetulan) cantik :)

“saya mengenang bapak **gy* sebagai smiling-man.. ketika menjenguk-nya di rumah sakit.. dalam kesakitan-nya beliau masih mampu menebarkan senyum.. dan begitu-lah keseharian beliau.. senyum.. senyum.. dan senyum.. senyum yang memancarkan kebaikan.. kebaikan semakin bersinar karena keteguhan-nya pada jalan terang.. jalan yang di-pilih sampe akhir hayat-nya..”

*

pernyataan agak mirip disampaikan pembicara dari ABRI.

“kami menganggap dia sebagai bopo yang memberikan suri tauladan.. bopo yang selalu tersenyum.. sebagai manusia kita pasti ber-duka cita.. kehilangan tali kasih sayang.. tetapi kita juga musti ber-suka cita.. karena beliau pasti juga tengah ber-suka cita menghadap Bapa di Sorga..”

**

beberapa kata sambutan lain masih saja mengulas tentang senyum khas pakde.

“.. tak pernah saya bertemu beliau tanpa senyum.. dia pasti ter-senyum..”

“.. kepada siapa saja bapak kami ini selalu bisa senyum.. seolah tak ada kata benci pada sesama..”

“.. bahkan ketika terbaring di peti.. beliau masih ter-senyum !!”

***

sambutan terjelek yang tak nyambung samsek berasal dari wakil pemerintah desa.

“karena perjalanan ke makam agak jauh.. saya himbau para pengantar ber-hati-hati.. dan selalu menaati aturan lalu lintas !!”

:) aku tersenyum. beberapa ikut ter-senyum.

****

memang selalu begitu. tak pernah senyum itu hilang dari wajah-nya. meski renta raga yang mendukung-nya, tapi senyum itu mampu menyegarkan. aku bahkan tak membayangkan usia pakde tlah setua ini. senyum khas pakde !! menentramkan.. membahagiakan.. damai..

aku larut mengenangnya. senyum yang indah.. larut.. mengembara.. pada senyum serupa milik seseorang.. pada senyum seteduh rembulan.. larutt.. tercenung dalam balutan kacamata hitam-ku..

sampe tiba-tiba.. tembakan salvo mengagetkan-ku..

membangunkan-ku..

dan aku tersenyum..

tepat-nya tersipu..

tersipu oleh kekagetan-ku.. :)

*****

have a new nice place, pakde !!”

keep smile !!”