cinta laura
August 13, 2008
(1)
keanehan itu bermula ketika mobil kami memasuki kebon karet. aku tahu kalo bakalan tersesat. seakan ada yang membisik untuk selalu ngeliat ke kiri, “kantor polsek !”. brarti dah kebablasen.. kami bermaksud mencari seorang teman di situ. hanya ada dua yang seharusnya tahu. dua-dua-nya tengah mengingat nama itu. tiba-tiba ada yang nyeletuk: “dharmawan !!”. bukan dari kedua orang itu.
(2)
memasuki jalan berbatu, seorang temen meler hidung-nya. begitu-lah ia kalo ngeliat makhluk dunia lain. ia duduk paling belakang. berdampingan dengan tas dan bawaan yang lain. bagasi sudah penuh. ia semakin dingin. dan terus menutup mata. sambil teriak ketakutan.
seorang teman yang lain turun dari mobil. berjalan ke belakang. berbicara entah apa. tiba-tiba sebuah dahan bergoyang. hanya sebuah. pohon-nya tidak. angin tiada. perempuan di samping-ku mendekap-ku. ketakutan.
(3)
kami jalan lagi. jalan menurun. masih berbatu. teman yang bisa berbicara dengan makhluk lain menyuruh sopir ngasih lampu dim. dan kami jalan terus. ketakutan masih melanda. dalam diam. dalam gelap. perempuan itu masih mendekap-ku.
(4)
memasuki desa terdekat. kami mulai lega. jalan masih berbatu. masih gelap. hanya kerlip lampu-lampu seadanya.
tiba-tiba mobil kami menderu. tak mampu melewati tanjakan yang tak seberapa. aneh. bau terbakar menyengat. semua telah khawatir. beberapa hari yang lalu, perempuan di samping-ku terpaksa meninggalkan mobil-nya karena bau yang sama.
beberapa dari kami turun. jalan kaki. tinggal sopir. aku dan perempuan itu. dan mobil melaju kembali.
*
a day later..
kami telah keluar dari tempat kutukan itu. begitu-lah orang setempat sempat bercerita kepada kami. dahulu seorang raja membangkang. dan tanah-nya dikutuk. dan ini-lah makhluk-makhluk dunia lain yang mencoba berteman dengan kami:
(1) tak satu pun yang mengaku pernah mengatakan “dharmawan”.
(2) ada empat. yang paling menakutkan tak punya bibir.
(3) dia salah satu yang terbesar yang hanya bersedia turun di tempat itu.
(4) besar. berbulu. berkepala binatang. menahan mobil kami dari depan.
**
two days later..
kami sudah sampe.
tapi temen-ku bilang: “mas, ada satu yang ikut..”
“siapa ?!”
“cinta laura..”
“apaaa.. !!”
memang ada yang mirip dia.
dan temen-ku ini masih juga di-cinta cewek-cewek dari dunia lain.