semeru
August 26, 2008
kami lebih banyak berdiam diri di tepi danau. Ranu Gumbolo. mencoba menangkap ikan dengan kail. membakar-nya alakadar-nya. rasa-nya barbar. yang terasa hanya ikan. namun nikmat.
meski teramat dingin, kami menceburkan diri ke air. berenang. menyelam. menggigil. menghabiskan waktu yang serasa tak akan habis.
aku mendengar suara yang akrab di telinga ini. ketika itu. untuk dia aku ada di tempat ini. saat itu. how do I catch you alone, itu masalah-nya.
*
aku terhenyak. mobil kami telah menyusur jalanan ke Cemara Lawang. pos terakhir pendakian ke Semeru. namun kami tidak ke tempat itu. kami kembali. ke Tumpang. pinggiran Malang. berhenti sebentar di Coban Pelangi. membuang hajat. menikmati pop mie. kopi. teh. gorengan. rokok. canda tawa. dan lamunan.
the ex-files
August 1, 2008
(1)
hari itu aku bertemu dia. aku dan dia menghabiskan waktu dalam keindahan. perjumpaan ketiga. aku kenal dia di dunia maya, pun sebaliknya.
sehari kemudian, dia membenci-ku. dan rasanya, dia tlah tak suka dengan diri ini. aku dapat merasakan-nya. obrolan yang kosong. tak nyambung lagi. hambar.
40 days later. dia tlah tak mau bicara. sepatah pun. aku seperti bicara pada bulan.
(2)
awalnya aku ke sana untuk maen dengan adik-nya yang tomboy. dan aku diperkenalkan. aku menjabat tangan-nya. dan menatap bulan di wajahnya. dan aku tahu aku tlah jatuh cinta. in first sight.
kurang lebih setahun aku menikmati siksaan cinta tak terucap ini. sampe dia kuliah di kota yang sama dengan-ku. aku pun berkunjung. tidak untuk bertemu dengan adik-nya. aku dan dia pun bersatu. first huge. first kiss. first love.
dan aku tak ingat lagi. kapan dia tak mau lagi bicara kepada-ku. aku tak ingat apa-apa lagi. drugs made somebody else grows in my body. I lost her and my self.
(3)
dulu dia teman satu kantor. aku dan dia amat sangat dekat. melebihi yang lain. teman tapi mesra. dimana ada dia, selalu ada aku. pun sebaliknya. hubungan dia dan kekasihnya complicated. aku pun demikian.
aku dan dia berciuman dalam kegalauan. berpelukan sambil menangis. bermesraan dalam kepenatan ketidakpastian. mencoba menemukan kepastian yang semakin tak menentu.
dia pindah kerja ke kota lain. aku dan dia sempat beberapa kali bertemu. namun semakin jarang. dia ingin menjadi adik-ku. aku memeluk-nya. dia menangis.
(4)
aku bertemu dia dua kali. setiap hari kami berhubungan. cyber relantionship. dia cerita rumah tangga-nya yang tak bahagia. I gave advices. always. dan dia menganggap-ku kakak. aku tak mampu, ketika dia ingin menjalin hubungan yang lebih. catet ya: brother, and also advicer. setiap hari aku menasehatkan untuk terus memperbaiki hubungan dengan suami, dan aku merusaknya. binatang macam apa aku ini.
tapi aku gagal. rumah tangga-nya makin acak-acakan. dan dia pun selingkuh.
(5)
tiga hari aku dan dia memulai kebersamaan ini. menginap di kampung adat. makan dan tidur seadanya. mandi di tempat terbuka. menikmati pesta yang menakjubkan. sekaligus mengerikan. aku dan dia selalu berdekatan. tiga hari itu. obrolan (dan kata orang: chemistry) yang terjalin padu. meski secara fisik, she is not my type !!
dia masih sangat muda. aku acap kali harus menahan gejolaknya yang menggelepar. beruntung, aku dan dia jauh terpisahkan. dan obrolan aku dan dia tak nyambung. ketika jarak memisahkan.
lambat laun. ada yang aneh. aku merasakan ketergantungan-nya. bukan aku as a man. aku menjadi kakak. dia tak punya saudara. tinggal hanya dengan nenek. warisan kehancuran sebuah rumah tangga. aku menjadi ibu. sekaligus menjadi ayah-nya. aku capek. lelah.
*****
in this month..
(5)
she was 23. dia surprise. aku masih ingat hari ulang taon-nya. dan dia terkejut. aku ada di kota-nya.
(4)
she was pregnant.
(3)
akhirnya dia menikah.. happily ever after, lil-sis !!
(2)
she kissed me. in my dream.
(1)
I’m still feeling guilty. tapi aku bahagia. semoga yang terbaik menemukan dia.
sejujurnya aku masih terganggu oleh kata: “seandainya.. “. namun hidup memang bukan “seandainya”.
I will miss u.
all of u.
saved by the bell
July 29, 2008
waktu kuliah, acara “jalan-jalan”-ku banyak sekali. mulai dari yang namanya kuliah lapangan, praktek lapangan, sampai praktek umum. waktunya pun cukup panjang. bisa seminggu, bahkan ada yang satu bulan penuh. ini belum termasuk yang hanya sekadar 1 – 2 hari saja. menyenangkan. tapi capek juga.
dan kadang bosen juga. ber-lama-lama jauh dari keramaian. kami sering nyanyi-nyanyi bersama untuk mengusir sepi. melewatkan malam. ditemani gelap malam. kerlip bintang. dan redup-nya bulan. beberapa botol minuman melengkapi sebagai pengusir dingin. (cuman beberapa kok..:)) kalo pas rame alat musik-nya lengkap. ada gitar. kadang lebih dari satu. galon aqua. botol yang tlah kosong. seseorang acap kali mendikte-kan lyric-nya untuk memandu. mengingatkan pada pak pendeta ketika memimpin lagu..
*
saking asik-nya, pagi pun mengintip. kami khawatir kesiangan. terlambat. tiba-tiba seseorang dari kami mengambil palu dan sepotong besi yang biasa dipergunakan petugas untuk menandai dimulainya acara. dan menyembunyikan-nya di suatu tempat. kami lega. kembali ke kamar masing-masing. dan tidur dengan damai-nya.
**
masih pagi. aku dikejutkan bunyi gong yang bertalu. rupanya acara tetap dimulai hari itu. tepat waktu.