Lost in Bali
March 4, 2009
ke mana pun aku pergi, aku hanya bisa tercenung. melintasi jalan demi jalan. tempat demi tempat. aku merasakan kehadiran-nya. senyum-nya. ujar-nya ketika dia menunjukkan sesuatu. atau tempat yg kerap dia ceritakan. I could feel her addicted fragrance.
aku bisa menahan diri. kali ini. tak sekali pun aku memberitahumu. tentang kehadiranku di pulau-mu yang indah ini. walau beribu kali keinginan itu hadir. to contact u. to come in ur home. to see u. to meet u. to feel u. I could control my eager desires.
aku sibuk-kan diri dengan kerja. that why I was in ur island. jalan-jalan sama teman-teman lain. foto-foto. cari oleh-oleh. meski hanya beberapa yang akhirnya aku beli.
but.. finally I regretted when I was back in Jogja.
semeru
August 26, 2008
kami lebih banyak berdiam diri di tepi danau. Ranu Gumbolo. mencoba menangkap ikan dengan kail. membakar-nya alakadar-nya. rasa-nya barbar. yang terasa hanya ikan. namun nikmat.
meski teramat dingin, kami menceburkan diri ke air. berenang. menyelam. menggigil. menghabiskan waktu yang serasa tak akan habis.
aku mendengar suara yang akrab di telinga ini. ketika itu. untuk dia aku ada di tempat ini. saat itu. how do I catch you alone, itu masalah-nya.
*
aku terhenyak. mobil kami telah menyusur jalanan ke Cemara Lawang. pos terakhir pendakian ke Semeru. namun kami tidak ke tempat itu. kami kembali. ke Tumpang. pinggiran Malang. berhenti sebentar di Coban Pelangi. membuang hajat. menikmati pop mie. kopi. teh. gorengan. rokok. canda tawa. dan lamunan.
sendal merah
August 11, 2008
tepat tiga bulan.
tepat-nya kurang satu hari.
sendal itu hilang.
tepat satu hari sebelum aku menginjak-kan lagi kaki-ku di Garut.
Garut yang menyimpan sebuah kampung indah yang di-janji-kan itu.
*
sendal merah.
warna kesukaan-ku.
serasi dengan kacamata-ku.
sepatu-ku.
tas laptop-ku.
hape-ku.
padahal aku ingin yang biru.
warna kesukaan-mu.
warna yang menarik-mu untuk menyapa-ku.
ketika itu..
**
satu lagi barang dari-mu hilang dari-ku.
satu lagi.
tapi tetap tak ada yang hilang diri-mu dari-ku.
tetap utuh diri-mu di kalbu-ku.
hanya kehadiran-mu yang hilang.
dahulu.. engkau selalu bertanya: “mas ingin apa ?”.
dan aku hanya bilang: “cukup kehadiran-mu..”.
kehadiran yang sekarang tak ada di diri-mu.
***
seandai-nya..
entah-lah..
sudah-lah..
the ex-files
August 1, 2008
(1)
hari itu aku bertemu dia. aku dan dia menghabiskan waktu dalam keindahan. perjumpaan ketiga. aku kenal dia di dunia maya, pun sebaliknya.
sehari kemudian, dia membenci-ku. dan rasanya, dia tlah tak suka dengan diri ini. aku dapat merasakan-nya. obrolan yang kosong. tak nyambung lagi. hambar.
40 days later. dia tlah tak mau bicara. sepatah pun. aku seperti bicara pada bulan.
(2)
awalnya aku ke sana untuk maen dengan adik-nya yang tomboy. dan aku diperkenalkan. aku menjabat tangan-nya. dan menatap bulan di wajahnya. dan aku tahu aku tlah jatuh cinta. in first sight.
kurang lebih setahun aku menikmati siksaan cinta tak terucap ini. sampe dia kuliah di kota yang sama dengan-ku. aku pun berkunjung. tidak untuk bertemu dengan adik-nya. aku dan dia pun bersatu. first huge. first kiss. first love.
dan aku tak ingat lagi. kapan dia tak mau lagi bicara kepada-ku. aku tak ingat apa-apa lagi. drugs made somebody else grows in my body. I lost her and my self.
(3)
dulu dia teman satu kantor. aku dan dia amat sangat dekat. melebihi yang lain. teman tapi mesra. dimana ada dia, selalu ada aku. pun sebaliknya. hubungan dia dan kekasihnya complicated. aku pun demikian.
aku dan dia berciuman dalam kegalauan. berpelukan sambil menangis. bermesraan dalam kepenatan ketidakpastian. mencoba menemukan kepastian yang semakin tak menentu.
dia pindah kerja ke kota lain. aku dan dia sempat beberapa kali bertemu. namun semakin jarang. dia ingin menjadi adik-ku. aku memeluk-nya. dia menangis.
(4)
aku bertemu dia dua kali. setiap hari kami berhubungan. cyber relantionship. dia cerita rumah tangga-nya yang tak bahagia. I gave advices. always. dan dia menganggap-ku kakak. aku tak mampu, ketika dia ingin menjalin hubungan yang lebih. catet ya: brother, and also advicer. setiap hari aku menasehatkan untuk terus memperbaiki hubungan dengan suami, dan aku merusaknya. binatang macam apa aku ini.
tapi aku gagal. rumah tangga-nya makin acak-acakan. dan dia pun selingkuh.
(5)
tiga hari aku dan dia memulai kebersamaan ini. menginap di kampung adat. makan dan tidur seadanya. mandi di tempat terbuka. menikmati pesta yang menakjubkan. sekaligus mengerikan. aku dan dia selalu berdekatan. tiga hari itu. obrolan (dan kata orang: chemistry) yang terjalin padu. meski secara fisik, she is not my type !!
dia masih sangat muda. aku acap kali harus menahan gejolaknya yang menggelepar. beruntung, aku dan dia jauh terpisahkan. dan obrolan aku dan dia tak nyambung. ketika jarak memisahkan.
lambat laun. ada yang aneh. aku merasakan ketergantungan-nya. bukan aku as a man. aku menjadi kakak. dia tak punya saudara. tinggal hanya dengan nenek. warisan kehancuran sebuah rumah tangga. aku menjadi ibu. sekaligus menjadi ayah-nya. aku capek. lelah.
*****
in this month..
(5)
she was 23. dia surprise. aku masih ingat hari ulang taon-nya. dan dia terkejut. aku ada di kota-nya.
(4)
she was pregnant.
(3)
akhirnya dia menikah.. happily ever after, lil-sis !!
(2)
she kissed me. in my dream.
(1)
I’m still feeling guilty. tapi aku bahagia. semoga yang terbaik menemukan dia.
sejujurnya aku masih terganggu oleh kata: “seandainya.. “. namun hidup memang bukan “seandainya”.
I will miss u.
all of u.
lihat kebun-ku !
July 26, 2008
di belakang rumah, aku punya sepetak tanah. sengaja kubiarkan rerumputan tumbuh di sana. setiap orang selalu menyuruh membersihkan petak itu. tapi aku abaikan. aku biarkan setiap jenis tumbuh bersaing satu sama lain. dan mungkin juga sebenernya saling bantu-membantu. beberapa bulan kemudian.. mereka berbunga. indah. ada yang putih. kuning. ungu. ada ilalang yang menyembul. indah sekali.
saat ini, petak itu menjadi tempat terindahku. tak peduli siang. tak peduli malam. pagi maupun sore. petang, pun dini hari. bahkan ketika udara tiba-tiba sangat dingin tak menentu akhir-akhir ini, aku enjoy sekali nongkrong di tempat itu. sambil baca buku. sambil merokok. atau sekedar duduk memandang rerumputan. menikmati keseimbangan. mengarungi kedamaian. jiwa raga. mind soul heart body..
*
malam itu. tepat tengah malam. ketika semua terlelap. sunyi. senyap. dingin. aku duduk kembali di tempat itu. malam itu gelap. aku nyalakan sebatang rokok. memandang bintang yang berkerlap-kerlip indah. aku mengusap rambutku. menata helai-helai-nya yang terasa risih di telinga. tiba-tiba seseorang datang ke dalam angan-ku..
and my mind said: “kamu jahat, tjinta !!”
“aku kangen, sayang..” my heart said.
…
some-one touched and hold my body..
aku terkesiap. dada-ku berguncang. mata ini awas mencari. kanan kiri. muka belakang. tak ada siapa-siapa.. nobody was here !!
aku memandang ke atas.. bintang itu masih berkerlip. sungguh indah. hangat terasa. aku tersenyum.
“semoga kebaikan selalu beserta kita..”